Home / Tazkiyatunafs / MENUNAIKAN PERINTAH & MENINGGALKAN LARANGAN
Muslim prayers in Tashahhud posture

MENUNAIKAN PERINTAH & MENINGGALKAN LARANGAN

Ibnu al Qayyim -rahimahullah- dalam Al Fawaid berpendapat bahwa termasuk masalah penting adalah: bagi Allah -ta’ala- meninggalkan perintah itu lebih berat daripada melanggar larangan.

Mengapa?

Ada beberapa alasan:

1. Sahal bin Abdullah al Tasturi -rahimahullah- berkata, “Adam -alaihi al salam- dilarang mendekati ‘pohon’ (makan buah), tapi beliau memakan buah pohon itu lalu bertaubat. Adapun Iblis, ia diperintah sujud tapi menolak sujud dan enggan bertaubat.

2. Melanggar larangan itu sumbernya adalah syahwat atau kebutuhan. Sedangkan sebab meninggalkan perintah adalah sombong (kepada Allah ta’ala) dan bangga diri.
Padahal tidak masuk surga orang yang dalam hatinya ada sedikit kesombongan, sedangkan orang yang mati dan dalam hatinya ada tauhid, ia akan masuk surga sekalipun ia melanggar larangan.

3. Melakukan yang diperintah lebih dicintai oleh Allah -ta’ala- daripada meninggalkan larangan.
Karena menunaikan perintah bersifat aktif sehingga disebutkan dalam hadits: “Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah shalat di awal waktu”. Sedangkan meninggalkan larangan merupakan ‘amal (pasif)’, yaitu menahan diri dari suatu perbuatan.

4. Menunaikan perintah itu (tanda) hidupnya hati, nutrisi, perhiasan, kegembiraan, kelezatan, dan kenikmatan hati. Sedangkan meninggalkan larangan tak berdampak pada semua itu.
Sekiranya (seseorang) meninggalkan semua jenis larangan tapi ia tidak menunaikan iman dan amal shalih, niscaya tak memberi manfaat bagi hidupnya hati.

5. Bagi yang menunaikan perintah dan larangan, mungkin ia selamat bila kebaikannya lebih dominan dibanding keburukannya, dan boleh jadi ia selamat dengan terlebih dulu menerima sanksi atas dosa-dosanya. Akhirnya ia selamat disebabkan oleh menunaikan perintah. Bagi yang meninggalkan larangan ia tidak akan selamat kecuali dengan menunaikan perintah, yaitu tauhid.

Wallahu a’lam bisshawab

Malang, 18 Dzulqa’dah 1439H

About Admin Web

Check Also

Maradl Shamit

Maradl Shamit‘, penyakit yang bisu (diam). Bukan penyakit fisik, tapi sangat berbahaya. Tak ada gejala …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.