Doa Ketika Menghadapi Masalah

Ada masalah atau tak ada masalah, doa tetap dipanjatkan kepada Allah Yang Maha Pemurah. Walaupun diyakini bahwa dalam hidup pasti ada masalah, bahkan hidup itu masalah. Karenanya, para hamba tidak memohon kepada Allah -ta’ala- agar masalah dihapus dari kehidupan, dan doa-doa yang diajarkan juga bukan doa menghapus masalah, tapi doa agar dimudahkan dan diberi kekuatan menghadapi masalah.

Diantaranya:

Dari Anas bin Malik, beliau berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

“Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa”

“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah”. (HR. Ibnu Hibban dan menurut Ibnu Hajar bahwa hadits ini shahih)

Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dapat masalah berat, beliau membaca:

« يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ »

Yaa Hayyu Yaa Qayyum, bi rahmatika as-taghiits

“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan.” (HR. Tirmidzi, menurut Al-Hafizh Abu Thahir bahwa hadits ini hasan)

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Doa Nabi Yunus ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah:

Laa ilaaha illa Anta subhaanaka innii kuntu minadh dhalimin… (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya).

Kata Nabi, “Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi. Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dan apabila lupa sesuatu, maka berdzikirlah karena Allah -ta’ala- berfirman:

 (وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ)

“Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa…” (QS. Al Kahfi: 24)

Karena lupa itu berasal dari setan, seperti dikatakan oleh pembantu Musa:

(وَمَآ أَنْسَانِيهُ إِلاَّ الشيطان أَنْ أَذْكُرَهُ)

“…dan tidak ada yang membuat aku lupa untuk mengingatnya kecuali setan…” (QS. Al Kahfi: 63)

 

Wallahu a’lam bisshawab

Malang, 9 Jumadil Ula 1440H

Recommended For You

About the Author: Administrator

1 Comment

  1. Assalamu’alaikum Pa Ustadz, Ana punja janji sama seorang akhwat ingin mengetuk pintu rumahnya sehabis kuliah nanti, tapi dia tidak percaya dan takut dibohongi, ana cuman berniat baik pa ustadz agar terhindar dari zina dan karena perintah Allah, Mohon Nasihatnya Pa Ustadz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.