Home / Konsultasi / Ulama Pimpin Aksi Bela Islam

Ulama Pimpin Aksi Bela Islam

Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA.

Tanya :

Jumat, 212. Subuh tadi, di penghujung kajian, ada pertanyaan salah satu jamaah: “Apakah aksi saudara-saudara kita di Jakarta bisa disebut jihad? Padahal jihad itu harus ada komando uluu al amri (pemerintah). Sedang yang terjadi hanya dipimpin ulama, bukan uluu al amri”.

Jawab:

Jihad itu maknanya luas. Memang, al ashlu (aslinya) jihad itu perang (qital). Tapi Al Nisa`: 75 mengatakan bahwa membela orang-orang lemah (mustadl`afin) menghadapi kedhaliman termasuk jihad. Rasulullah –shallallahu `alaihi wa sallama– dalam hadits shahih menganggap bekerja mencari nafkah untuk diri sendiri, anak, orang tua, juga termasuk jihad fi sabilillah.

Jihad dalam arti luas juga disampaikan ulama. Ibnu al Qayyim –rahimahullah- misalnya, menyebut istilah-istilah: jihadu al nafsi, jihad al syaithan, jihad al kuffar, dan jihad al munafiqin. Bahkan dewasa ini dikenal luas istilah jihad ekonomi, jihad pendidikan, jihad politik, dan sebagainya.

Imam Turmudzi dalam hadits hasan gharib meriwayatkan: “Jihad yang utama adalah kalimat keadilan di hadapan penguasa yang dhalim”.

Tapi, aksi ini tidak dikomando uluu al amri, melainkan oleh ulama?
Kata uluu al amri dalam Al Nisa: 59 dimaknai berbeda oleh para sahabat dan ulama. Menurut Abu Hurairah –radliyallahu `anhu- waliyyul amri adalah umara` (para pemimpin). Adapun Ibnu Abbas –radliyallahu `anhu- berpendapat bahwa uluu al amri adalah ahlu al fiqhi wa al diini (fuqaha dan ulama).

Sedangkan Ibnu Katsir dan Ibnu al Arabi –rahimahumallah- berpendapat bahwa kata uluu al amri mencakup ulama dan umara`.

Uluu al amri tersusun dari dua kata, yaitu uluu dan al amr. Kata uluu disebutkan dalam al Quran sebanyak 15 kali: _Al Baqarah: 269, Ali Imran: 7, Al Nisa`: 8, Al Anfal: 75, Al Taubah: 86, Hud: 116, Al Ra`du: 19, Ibrahim: 52, Al Nur: 22, Al Naml: 33, Shad: 29, Al Zumar: 9 dan 18, Al Ahqaf: 35.

Penyebutan kata ‘uluu’ dalam beragam konteks itu dapat disimpulkan dalam makna: ash-hab (pemilik, yang mempunyai). Seperti, yang mempunyai keteguhan hati (uluu al `azmi) (Al Ahqaf: 35); yang mempunyai kesanggupan (uluu al thauli)…(Al Taubah: 86); yang berakal (uluu al bab)…(Al Baqarah: 179).

Sedangkan kata *al amru* disebutkan dalam 15 ayat dengan makna yang beragam: arahan, berita dalam perang dan damai, kondisi baru, agama Allah, penerapan hukum Allah, peristiwa takdir, hukum, taqdir, janji, ilmu tentang kiamat, ilmu Allah, kesibukan manusia, qadla, hukum Allah, situasi, ayat-ayat Allah, segala yang ditetapkan Allah, konsep-konsep, dan peristiwa-peristiwa, dan sebagainya.

Melihat makna al amri yang luas, maka kata ini tidak terbatas pada wilayah politik (pemerintah). Tetapi al amru yang jamaknya al umuur mencakup segala hal dan segala perkara kehidupan.

Dengan demikian uluu al amri adalah ash-habu al takhasshushi (para pemilik spesialisasi dalam beragam bidang kehidupan).

Ada uluu al amri bidang politik (pemerintah), uluu al amri bidang agama (ulama), uluu al amri bidang kedokteran, uluu al amri bidang pendidikan, dan sebagainya. Mereka semua menjadi rujukan yang ditaati dalam bidang dan spesialisasinya.

Uluu al amri yang berdimensi takhassush ini juga pernah disinggung oleh Umar bin Khatthab. Dalam Muqaddimah Tarikh al Iqtishad al Islami disebutkan pidato Umar –radliyallahu `anhu:
“Wahai manusia, bagi yang ingin bertanya tentang Al Quran datangilah Ubay bin Ka`ab dan Zaid bin Tsabit. Bagi yang ingin bertanya tentang fiqih datangilah Mua`dz bin Jabal. Dan bagi yang ingin jatah harta, silahkan datang kepadaku”.

Sahkah ulama memimpin bela Al Quran?
Ulama itu the real uluu al amri. Mereka menjadi rujukan masyarakat, bahkan tidak hanya masalah Al Quran dan agama. Masyarakat mendatangi ulama saat: mau mantu, kesulitan cari jodoh, anak nakal, istri sulit melahirkan, saat terlilit hutang.

Bahkan para calon umara` pun mendatangi ulama berharap restu menjadi pemimpin rakyat.

Jadi, kalau urusan bela Al Quran, ulama-lah uluu al amrinya.

Wallahu a`lam bisshawab

Join Telegram:
http://telegram.me/ahmadjalaluddin

Kunjungi Website :
https://www.tazkiyatuna.com

Silahkan disebarkan channel Telegram ini, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah kita. Aamiin

About Administrator

Check Also

Wakaf atau Sedekah si Mayit

Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA. “Apakah wakaf/sedekah yang diatasnamakan orang tua yang sudah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *