Home / Tarbawi / Keistimewaan dan Manfaat Sholat Subuh Berjamaah

Keistimewaan dan Manfaat Sholat Subuh Berjamaah

Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc, MA.

Shalat subuh berjamaah itu istimewa. Berbeda dengan shalat fardlu lainnya, meski juga ditunaikan berjamaah.
Shalat subuh itu ibadahnya shadiqin, jalannya mukminin, tradisi pecinta Rabbi al alamin.

Sejarah mencatat bahwa shalat subuh berjamaah menjadi modal kemenangan muslimin. Karena itulah shalat subuh berjamaah dikatakan oleh Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallama- sebagai shalat terpenting.

1⃣Shalat subuh berjamaah itu jalan keimanan. Bahkan para sahabat menganggapnya sebagai standar iman. Ibnu Umar –radliyallahu anhu- berkata, “Bila kami tidak menjumpai seseorang saat berjamaah isya dan subuh, maka kami berburuk sangka padanya.”

Pernyataan itu mungkin didasari oleh penjelasan Nabi –shallallahu alaihi wa sallama- yang bersabda:

ليس صلاة أثقل على المنافقين من صلاة العشاء والفجر، ولو يعلمون ما فيهما لأَتَوهُما ولو حبوًا (متفق عليه)

“Tidak ada shalat yang dirasa paling berat oleh munafik kecuali shalat isya dan subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan (berjamaah isya dan subuh), sungguh mereka akan mendatanginya meskipun harus merangkak.” (Muttafaq alaihi)

Sebagai jalan iman, berjamaah subuh merupakan langkah mendekati kemenangan. Sebab kemenangan itu dari Allah dan kemenangan dianugerahkan oleh-Nya kepada kaum beriman:

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ [الروم: 47]

“Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.”

2⃣Waktu subuh (pagi) itu penuh berkah. Banyak kebaikan dan kebajikan di dalamnya. Keberkahan ini sebagai buah dari doa Nabi yang bermunajat:

“Ya Allah, berkahilah untuk umatku di pagi harinya.” (HR. Ahmad, Turmudzi, Abu Daud, Ibnu Majah)

Sebagai waktu yang penuh berkah, maka pagi hari adalah waktu terbaik untuk mencari karunia Allah. Melalui kerja dan menjaga produktifitas diharapkan umat meraih rizki yang barakah. Kerja dan rizki barakah sebagai modal membangun kemandirian, sehingga umat tidak bergantung pada pemberian orang dan bangsa lain.

Adalah Shakhar al Ghamidi yang meriwayatkan doa Nabi di atas, sebagai pedagang beliau selalu memberangkatkan kafilah dagangnya di waktu pagi. Beliau meniru Rasulullah yang biasa memberangkatkan pasukan perang di waktu pagi.

3⃣ Berjamaah subuh itu sumber cahaya. Kelak saat kiamat datang, sumber cahaya dunia lenyap. Karena matahari digulung dan bintang-bintang berjatuhan (Al Takwir: 1-2). Dan pada hari itu “kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar” (Al Hadid: 12).

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيم

??? Darimana cahaya itu diperoleh mukmin dan mukminah? Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallama bersabda:

مَنْ مَشَى فِي ظُلْمَةِ اللَّيْلِ إِلَى الْمَسْجِدِ إِلَى صَلَاةٍ لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ بِنُورٍيَوْمَ الْقِيَامَة

“Barangsiapa berjalan di kegelapan malam menuju masjid, kelak di hari kiamat menghadap Allah -azza wa jalla- dengan cahaya.” (HR. Thabrani dengan sanad yang shahih).

⏩ Berjamaah subuh jalan iman, jalan kemenangan, dan jalan berkah.

Dan berjamaah subuh tidak hanya 1212.

Semoga istiqamah‼️

Wallahu a`lam bisshawab
Malang, 13 Rabiul Awal 1438 H

About Administrator

Check Also

MENJAGA WARISAN RASULULLAH SAW

Oleh:  Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA. Tiap kali menjelang hari-hari bersejarah, teringat penggalan ayat: …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *