Home / Ekonomi Syariah / DOA KELAPANGAN EKONOMI

DOA KELAPANGAN EKONOMI

Oleh:   Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA.

Dari Abdullah bin Mas`ud –radliyallahu `anhu- beliau berkata, Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wasallam- bersabda, Tidaklah satupun orang yang sedih dan tidak pula yang sedang dilanda duka, lalu berdoa:

(اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، وَابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجِلَاءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ)

(Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu dan anak hamba wanita-Mu, ubun-ubunku berada di tangan-Mu, hukum-Mu berlaku padaku dan ketetapan-Mu padaku adalah adil. Aku memohon kepada-Mu dengan segenap nama-Mu atau yang Engkau namai diri-Mu dengannya, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu atau engkau turunkan di dalam kitab-Mu atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, agar Engkau menjadikan Al Qur`an sebagai penyejuk hatiku dan cahaya dadaku serta penawar kesedihanku dan penghilang duka laraku),…

Kecuali Allah akan menghilangkan kesedihan dan duka laranya dan menggantikannya dengan kelapangan.” Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, tidakkah kami mempelajarinya?”Maka beliau bersabda, “Bahkan sudah seharusnya bagi yang mendengarnya untuk mempelajarinya (mengamalkannya).” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syaakir menshahihkan hadits ini dalam ta’liiq Musnad Ahmad)

Dari Anas bin Malik –radliyallahu `anu- berkata, Rasulullah –shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda kepada Mu`adz bin Jabal –radliyallahu `anhu, “Ku ajari engkau sebuah doa, bila engkau membacanya dan sedangkan engkau menanggung beban hutang sebesar gunung niscaya Allah melunasinya. Katakanlah wahai Mu`adz:

اللَّهُمَّ مَالِكُ الْمُلْكِ، تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ، وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ، وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ، وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ، بِيَدِكَ الْخَيْرِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَحْمَانُ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، تُعْطِيهُمَا مَنْ تَشَاءُ، وَتَمْنَعُ مِنْهُمَا مَنْ تَشَاءُ، ارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ.

“Ya Allah, Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari siapa saja yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa saja yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa saja yang Engkau kehendaki.Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

(Wahai) Yang Maha Pengasih di dunia dan akhirat, Engkau anugerahkan keduanya (dunia-akhirat) kepada siapa saja yang Engkau kehendaki dan Engkau halangi dari siapa saja yang Engkau kehendaki. Curahkanlah rahmat-Mu kepadaku yang mencukupiku hingga (aku tidak membutuhkan) rahmat selain diri-Mu”. (Hadits Hasan dalam Shahih Targhib wa Tarhib)

Rasulullah –shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda:

مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” ( HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir )

✅ Hadits ini selaras dengan firman Allah –subhanahu wa ta`ala:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَاراً وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَاراً

“Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10-12 )

Wallahu a`lam bisshawab

About Administrator

Check Also

Kebangkitan Ummat dalam Membangun Kemandirian Ekonomi

Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA. Kesadaran dan semangat umat untuk mandiri ekonomi patut …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *