Menjadi Seorang Muslim Yang Baik

Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA. عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ، فَقَالَ تَعَالَى : (( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا …

Read More »

MENJAGA KECERDASAN AKAL

Oleh:  Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA. أَشَدُّ الْأُمُوْرِ تَأْيِيْدًا لِلْعَقْلِ أَرْبَعَةٌ: اِسْتِخَارَةُ اللهِ، مُشَاوَرَةُ الْعُلَمَاءِ الْمُخْلِصِيْنَ، تَجْرِبَةُ الْأُمُوْرِ، حُسْنُ التَّثَبُّتِ وَالتَّوَكُّلِ عَلَى اللهِ. Yang paling kuat menopang (kecerdasan) akal ada empat: Istikharah (memohon petunjuk) kepada Allah, Meminta pendapat ulama yang ikhlas, Pengalaman, Verifikasi (klarifikasi) dan tawakkal kepada Allah yang …

Read More »

DOA KELAPANGAN EKONOMI

Oleh:   Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA. Dari Abdullah bin Mas`ud –radliyallahu `anhu- beliau berkata, Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wasallam- bersabda, Tidaklah satupun orang yang sedih dan tidak pula yang sedang dilanda duka, lalu berdoa: (اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، وَابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، …

Read More »

HARGA DI MARKET 212

Oleh:  Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA. Di dekat rumah ada pasar tradisional. Agak jauh dari rumah ada pasar modern. Kadang hati tergelitik membandingkan harga di dua tempat itu, melihat harga pada barang yang sama. Memang beda. Bahwa harga di pasar modern lebih tinggi daripada pasar tradisional. Mengapa berbeda ? …

Read More »

Jalan Istiqamah

Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA. فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ.. … maka istiqamahlah dalam kebaikan dan istighfarlah … (Fushilat: 6) Mengapa setelah perintah istiqamah ada perintah istighfar? Kata Ibnu Rajab –rahimahullah, pasti ada taqshir (sikap abai dan teledor) dalam membangun istiqamah diri. Karena itu diperlukan istighfar dan taubat untuk kembali …

Read More »

Doa Yang Paripurna

Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ، وَارْحَمْنِيْ، وَاهْدِنِيْ، وَعَافِنِيْ، وَارْزُقْنِيْ “Ya Allah, ampunilah dosaku, rahmatilah aku, tunjukilah aku jalan yang benar, sehatkan (dan selamatkan) aku, dan karuniakanlah rizki kepadaku”. Imam Muslim –rahimahullah- dalam shahihnya menyebutkan bahwa doa di atas diajarkan oleh Nabi Muhammad –shallallahu `alaihi wa …

Read More »

Batasan Berekonomi dan Berbisnis Menurut Islam

Oleh:  Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA. Kapitalisme menganggap manusia sebagai homo economicus. Berbeda dengan ekonomi Islam yang menyatakan bahwa manusia adalah hamba Allah (al insan al `abid, homo islamicus). Perbedaan cara pandang tentang manusia ini sekilas tampak sederhana, akan tetapi sesungguhnya berimplikasi pada perilaku manusia, utamanya aktivitas ekonominya. Homo …

Read More »

Jalan Keridhoan Allah SWT

Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA. Ridha dan ikhlash berbeda. Disebut ridha bila terkait dengan yang diterima dan dialami. Maka, ungkapan yang tepat adalah, “Saya ridha mendapat bagian ini dan mengalami rugi.” Adapun ikhlas terkait dengan yang dilakukan atau diberikan. Sehingga ucapan yang tepat adalah, “Saya ikhlas memberikan bagian …

Read More »

AMANAH Dalam bermuamalah

Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA. Dari Abu Hurairah –radliyallahu `anhu- dari Rasulillah –shallallahu `alaihi wa sallam. Dikisahkan seorang Bani Israil meminjam uang kepada sahabatnya sebesar 1000 dinar. Kreditur: “Bisakah engkau mendatangkan saksi?” Debitur: “Allah yang menjadi saksi”. Kreditur: “Bisakah kau datangkan penjamin?” Debitur: “Allah sebagai penjamin”. Kreditur: “Anda …

Read More »

Pengusaha Muslimah pada masa Rasulullah SAW

Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA. Khadijah binti Khuwailid –radliyallahu `anha. Wanita mulia dari keluarga terhormat. Merintis bisnis sebelum menikah dengan Nabi Muhammad –shallallahu `alahihi wa sallam. Bermodal besar berasal dari hibah ayahnya, Khuwailid bin Asad. Khadijah juga mendapat warisan dari suami pertama, Abu Halah bin Zurarah Al Tamimi, …

Read More »